Selasa, 12 Agustus 2008

Sejarah Orang Tuaku

yang aku tahu, ayahku bernama Sutiman. kakekku bernama Ronowijoyo, sedangkan nenekku bernama Minem. jangan tanya lagi mengenai kakek dan nenek dari sisi ayahku karena hanya itu yang aku tahu. bagaimana rupa mereka atau apapun tentang mereka aku tak tahu.

sedangkan ibuku bernama Janah. itu yang tertulis di segala kartu identitasnya, baik itu KTP, Surat Nikah, Kartu pemilih, sampai kartu subsidi kedelai. semuanya tertulis Janah. Namun nama yang diberikan oleh kakekku adalah hanya Jana. tanpa "h".

keluarga dari sisi ibuku lebih jelas karena sejak kecil aku tinggal dengan keluarga besar ibu di Kalimantan bukan dengan keluarga Bapak yang di Jawa. aku baru tahu keluarga yang di Jawa saat aku sudah berusia 23 tahun. itupun karena aku kuliah di Jakarta. kalau tidak, mungkin seumur hidup aku takkan tahu lagi siapa keluargaku yang di Jawa.

aku belum melanjutkan cerita tentang keluarga dari sisi ibuku. baiklah, kakekku bernama Adli Bin Kesek, sedangkan nenekku bernama khadijah binti Taman. dari sisi nenek aku ternasuk keturunan kepala kampung yang bergelar kyai Suta Bangsa. Namun itu sama sekali tak memberikan kedudukan sosial apapun bagi kami di masyarakat.

saudara ibuku hanya satu orang, namanya Aslen. kami memanggilnya Julak Alen. Julak adalah panggilan untuk paman atau bibi yang sulung. sedangkan suaminya bernama syahrin usin. kami memanggilnya dengan sebutan Julak Urin (urin bukan berarti air kencing dalam bahasa kami).

aku punya banyak sepupu, sedangkan saudaraku cuma dua orang. yang pertawa perempuan dan sudah meninggal ketika masih bayi dan yang kedua cowok dan sekarang sudah berkeluarga. sedangkan aku sekarang sudah menyelesaikan pendidikan dan bekerja di Departemen Keuangan.

Ayahku adalah seorang tentara, pensiunan dengan pangkat terakhir kopral satu. sedang ibuku hanya seorang ibu rumah tangga biasa. seperti kebanyakan tentara yang bertugas di Kalimantan, mereka bertemu saat ayahku sedang bertugas di Kotawaringin Lama saat mengamankan pemilu. mereka bertemu dan menikah. kurasa hanya sesingkat itu.




Tidak ada komentar: